lirik lagu Kun Anta HUMOOD ALKHUDHER

lirik lagu Kun Anta HUMOOD ALKHUDHER

Liujarihim, qoldat tu zohiru ma fihim
Pabadautu shakhson a-khar, kai atafa-khar,
Wa zonan tu ana, anni bizalika huztu ghina,
Fawajad tu anni kha-sir, fatilka mazohir,

La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala…. lalala…

Attaqabbalhum, anna-su lastu qalliduhum,
Illa bima yurdhi-ni, kai urdhi-ni,
Sa akunu ana, mithli tamaman hazana,
Fakona a’ti takfini, za-ka yaqi-ni,

La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x)
Kun anta tazdada jamala
Oh Wo Oh (6x)

Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, ma-li wama liridhohum,
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, lan ardho ana biridhohum

La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala
Oh Wo Oh (6x)
Kun anta tazdada jamala

Berikut Terjemahan Lirik Lagunya :

Saat ingin bersaing dengan yang lain,
Aku ingin meniru perwatakan luar dan dalamnya
Jadi aku boleh menjadi seorang yang lain hanya untuk berbangga
Dan aku kira jika aku seperti itu aku akan dapat kelebihan
Tapi yang kuperolehi hanyalah kerugian di atas perwatakanku ini

Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada

Sungguh aku menerima mereka tetapi tidak pula aku meniru perwatakan mereka
Melainkan apa yang aku terima itu aku telah redha
Aku ingin menjadi seperti diri aku sendiri inilah aku
Hal ini kurasakan sudah cukup dan aku sangat pasti

Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Oh Wo Oh (6x),

Aku akan jadi mengikut kemampuan diriku
Aku tidak perlukan orang lain menerimaku
Aku akan jadi apa yang aku suka
Kenapa aku harus peduli tentang penerimaan mereka terhadapku?

Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada

 

dan berikut untuk versi indonesia nya
Ingin diriku menjadi seperti mereka agar aku berharga
bisa berbangga
dlu kusangka ku kan dapatkan semuanya, kiranya aku salah
ternyata salah

Reeff:
bukan kau tak perlu harta untuk jadi sempurna permata indah hanya di dalam jiwa
bukan bukan karena harta ka kan jadi berharga hati yang mulia itu lah kuncinya
ooooooo..
jadilah diri sendiri
Kun anta Tazdad Jamala lallalaaaa..

kubahagia bukan karena jadi dirinya tapi apa adanya hanya adanya
kini ku jadi jadi diriku sendiri kurasa itu hati yaitu pasti

Reeff:
bukan kau tak perlu harta untuk jadi sempurna permata indah hanya di dalam jiwa
bukan bukan karena harta ka kan jadi berharga hati yang mulia itu lah kuncinya
ooooooo..
jadilah diri sendiri
ooo..

jadi diriku semampuku bukan jadi dirinya
jadi diriku inilah aku tidak karena dirinya
jadi diriku semampuku bukan jadi dirinyaaa aa
jadi diriku inilah aku tidak karena dirinya..aaa

reff :
bukan kau tak perlu harta untuk jadi sempurna permata indah hanya di dalam jiwa
bukan bukan karena harta ka kan jadi berharga hati yang mulia itu lah kuncinya
ooooooo..
jadilah diri sendiri
Kun anta Tazdad Jamala lallalaaaa

Malas berbicara sebab rusaknya otak

Malas berbicara sebab rusaknya otak

sangQolbu | Senangnya berbicara, karena kita manusia diberikan anugerah mulut dan fikiran maka gunakanlah semaksimal mungkin untuk hidup kita. Bersyukur kepada Allah Swt, bahwa saat ini saya setiap hari bertemu dengan peserta didik yang jumlahnya 1200 orang setiap senin hingga jumat. Menyapa dengan “salam”, “apa kabar”, dan lainnya. Sebagai pengajar di sekolah favorit di Jakarta, tentunya dijadikan ladang dalam berinteraksi dengan belajar mengajar. Disaat mengajar disitulah saya belajar. Setiap detik benih-benih ilmu terekam dalam data fikiran saya, setiap waktu telah menjadi bahan introspeksi untuk hidup yang lebih baik.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Orang yang malas bicara adalah orang yang sudah mulai merusak otaknya, maka yang terbaik untuk kita adalah perbanyaklah berbicara. Dengan banyak teman akhirnya kita bisa berbicara.

Disinilah saya betul-betul sangat percaya bahwa dengan mengajar adalah proses belajar yang paling dahsyat, jadi orang yang mengajar itu tidak sadar dia itu sedang belajar dengan cara yang paling dahsyat. jadi orang yang tidak mengajar sulit mencapai ketitik kedahsyatan dalam berfikir.

Berfikir membuat hidup sehat

Berfikir membuat hidup sehat

sangQolbu | Jam 03.00 teng… masih sunyi, tik tak tik tuk… suara jam yang istiqomah terus bergerak dari angka satu hingga angka 12. Seperti jantung kita yang terus bergerak meski tubuh kita tidak bergerak alias tidur. Ternyaman dalam menulis di dini hari membuat saya berfikir untuk berbuat sesuatu, alhasil beberapa buku dibuka untuk dibaca beberapa halaman. Setiap kalimat yang terbaca ternyata ada rasa yang membuat saya berfikir lebih dari yang biasanya. Beberapa guru yang telah saya tanyakan perihal bagaimana cara kita dapat menguasai ilmu, yakni sedikitkan tidur dan banyaklah membaca, yang terbaik sebelum shubuh.

Kita harus sadar bahwa kita manusia yang memiliki otak untuk berfikir

Kenapa manusia ingin maju atau berubah menjadi lebih baik? yakni karena ia mengawalinya dengan berfikir untuk merubah pola yang lain dari sebelumnya. Dan ternyata dengan daya berfikir manusia lebih bergairah dalam melakukan aktitifasnya. Tidur memang anugerah, tetapi bila sepanjang hidup kita lebih banyak tidurnya maka yang terjadi adalah hidup kita sangat tidak optimal dalam menggunakan daya berfikir.

Berfikir waras, sadar bahwa Allah Swt memberikan otak kepada manusia yang kita harus pahami bahwa kita adalah berbeda dengan binatang. Maka dengan daya berfikir maka manusia memiliki kesempurnaan sikap, perilaku, dan hidup menjadi lebih sehat.

Alhamdulillah, siapa lagi kalo bukan kita sendiri yang berfikir untuk kebaikan hidup kita.

Bermain itu belajar

Bermain itu belajar

sangQolbu | Melihat masa kecil yang terbayang adalah masanya bermain, yang dimaksud dengan bermain adalah berbuat sesuatu untuk menyenangkan hati (dengan alat tertentu atau tidak). Dengan bermain disebabkan karena adanya sisa kekuatan di dalam dirinya yang sedang berkembang dan tumbuh. Produksi kekuatan dalam diri anak itu melebihi apa yang dibutuhkan lahir dan batin. Asyiknya anak-anak bermain kadang selaku orang tua sempat lalai mengawasi, bahkan cenderung lebih banyak melarang anak dengan teguran yang kurang simpatik dengan bahasa “JANGAN NAKAL NAK !”.

pada usia balita, terutama periode umur 2 sampai 5 atau 6 tahun adalah masa eksplorasi. Keingintahuan anak sangat besar dan lebih aktif dari sebelumnya.  Masa-masa ini penting membangun sikap kemandirian untuk mengekspresikan pikiran dan tindakan (autonomy) anak, serta membangun sikap penuh inisiatif dan kreatifnya. Semuanya ini adalah pondasi penting untuk memupuk rasa percaya diri anak.

Sayangnya, banyak orangtua yang tidak tahu bagaimana menghadapi perangai alami anak-anak usia tersebut. Keinginan untuk mencoba hal-hal yang baru, kelincahan anak yang luar biasa yang sering merepotkan orangtuanya, sering dianggap sebagai suatu kenakalan. Misalnya, seorang anak usia 3 tahun yang begitu gembira mendapatkan ilmu baru bahwa ketika gelas dilempar akan jatuh ke bawah dan pecah, tetapi orangtuanya justru memarahinya. Atau, seorang anak yang membongkar mainannya karena ingin tahu bagaimana bagian benda-benda bisa tersusun menjadi sebuah rangkaian mainan akan membuat orangtuanya marah.

Akibatnya, kata-kata “jangan”, “tidak boleh”, dan ancaman sering dilontarkan oleh para orangtua. Bahkan, banyak anak yang sudah mendapatkan makian dan pukulan. Cara yang salah dalam mendisiplinkan anak seperti ini akan membunuh rasa percaya diri anak karena anak akan takut mengembangkan dan mengekspresikan pikiran dan pendapatnya (shame/doubt). Rasa percaya diri anak akan tereduksi bila anak mengalami ketakutan besar untuk bertindak dan mengambil risiko (guilt), sehingga akan menjadi pribadi minder, apatis, bahkan agresif.

Pengalaman negatif yang dialami semasa kanak-kanak akan direkam otak dan terbawa sampai dewasa, karena 90% perkembangan otak terjadi pada usia di bawah 7 tahun. Jadi, apabila ingin anak mempunyai rasa percaya diri untuk dapat menjelajahi kehidupannya kelak ketika dewasa, berikan sebanyaknya pengalaman positif, yaitu dengan menggantikan kata-kata “jangan” atau “tidak boleh”, dengan kata-kata yang dapat membangun rasa percaya dirinya. Berikut ini beberapa alternatif untuk mengganti kata “jangan”:

  • Ubahlah kata-kata Anda. Anak akan memberikan respon yang lebih baik bila kita menggunakan kata-kata positif. Daripada berteriak, “Awas, jangan main bola di ruang tamu!”, kita dapat berkata, “Ayo main bola di halaman, karena kalau di dalam ruangan bisa kena kaca jendela, nanti bisa pecah.” Atau, “Tidak boleh mencoret-coret meja!”, kita dapat memberikan kertas, “Kalau menggambar bisa di atas kertas, karena meja bisa kotor dan sulit untuk membersihkannya.” Apabila anak dalam keadaan bahaya sehingga memerlukan reaksi cepat, kita dapat menggantikan kata-kata spontan “Stop, ada mobil!”, “Panas sekali” “Bahaya.”
  • Berikan pilihan. Pada periode ini anak ingin mengekspresikan keinginannya atau ingin memegang kendali. Misalnya, anak ingin memilih baju yang tidak tepat dengan situasi (memakai baju olahraga untuk pergi ke pesta), orangtua bisa memberikan tiga pilihan baju yang tepat, dan biarkan anak memilihnya.

    Apabila anak ingin makan permen sebelum waktu makan malam, orangtua bisa memberikan pilihan, “Mau permen cokelat setelah makan malam, atau permen rasa jeruk setelah makan malam?”

    Apabila anak sedang asyik bermain dan Anda ingin menyuruhnya mandi, berikan pilihan “Nak…mau mandi 5 menit atau 10 menit lagi?”

    Dengan cara ini anak merasa dihargai pendapatnya dan merasa mampu untuk mengambil keputusan dan memegang kendali, walaupun sebetulnya ia sedang mematuhi perintah orangtuanya.

  • Siapkan lingkungan agar terhindar dari kata-kata “jangan”. Orangtua yang mempunyai anak balita harus menyiapkan lingkungan yang aman bagi anak, sehingga kata-kata “jangan” tidak akan terlontar. Misalnya, pindahkan benda-benda yang berbahaya bagi anak dan berikan lingkungan yang membuat anak bebas bereksplorasi secara aman.
  • Jangan pedulikan hal-hal yang kecil. Biarkan anak bereksplorasi dan mencoba apa saja. Sejauh hal tersebut tak membahayakan dan dapat membuat anak gembira dan penuh semangat, sebaiknya jangan dilarang. Misalnya, mereka ingin bermain pasir atau tanah, jangan takut kotor, karena mereka bisa mandi dan ganti baju. Atau, biarkan anak ingin tidur dengan baju barunya untuk ke pesta, karena sedang gembira mendapatkan baju baru.
  • Ubahlah persepsi Anda terhadap kelakuan anak. Kelakuan mereka yang terkadang membuat orangtua kesal (misalnya melempar gelas, merusak mainan) sebagai tindakan kreatif karena sedang mencoba sesuatu. Anda bisa menerangkan pada mereka bahwa gelas yang pecah itu harganya mahal, kasihan Ayah yang bekerja keras untuk mencari uang. Atau, belilah mainan yang tak terlalu mahal, dan siapkan diri Anda bahwa mainan tersebut akan dibongkar oleh anak. Semakin besar anak, semakin mengerti ia untuk tidak merusak mainannya.
  • Berkata “jangan” secara tepat. Tentu saja kata “jangan” masih perlu dipakai apabila memang menyangkut perilaku anak yang serius. Apabila memang diperlukan katakan dengan tegas, tapi tak dengan bentakan. Misalnya, “Tidak boleh menarik ekor kucing, kasihan kucingnya kesakitan.” Berikan pujian apabila ia merespon larangan Anda, misalnya dengan senyum atau pelukan, “Bunda senang, ternyata kamu mau mendengarkan Bunda.”

Semoga kita lebih senang lagi melihat anak yang cerdas dengan kenyamanan bermain dengan didampingi oleh orang tuanya.

Baju Lebaran inspiratif

Baju Lebaran inspiratif

sangQolbu | Tiba-tiba lebaran 1437 H ini muncul kisah inspiratif dari sang walikota Ridwan Kamil, beliau mengupload di facebook fanpage pada tanggal 6 juli 2016 saat 1 syawal 1437 H dan mengatakan “Baru ditahun ini, keluarga kami punya baju lebaran yang paling istimewa”

Banyak yang mengomentari salah satunya Ade Sutikno Mau dong kang baju lebaran istimewanya..bukan g mampu beli,tp alangkah bahagia dan bangganya bisa dapet baju istimewa dari calon RI 1…-).

Tanggapan positif ini dapat dijadikan doa dan harapan bagi semua, tentunya catatan sangQolbu lebih bergairah lagi disaat postingan sahabat-sahabat yang lain mengucapkan minal aidhin wal faizhin, ada juga yang mengupload foto-foto mudik, liburan dan lain-lain

Inspiratif yang dari kata inspirasi atau mengilhami membuat kita lebih banyak ide-ide yang baik untuk kita ikuti atau hanya kita kagumi saja.

Manfaatnya adalah bahwa meski kita berlebaran setiap orang memperingati hari raya bukan hari ria.

Semoga kisah inspirasi ini membuat kita lebih sederhana dalam menyikapi segala sesuatunya, mengikuti hawa nafsu membeli seragam yang banyak dan mahal tetapi tidak maksimal untuk kita gunakan dipakainya atau hanya ingin dilihat oleh orang lain secara berlebihan ternyata membuat kita banyak gelisahnya dibanding ketenangannya.

 

membeli baju lebaran di Tanah Abang