Memikat Pemilih

Memikat Pemilih

Ingin Dipilih

Pemilihan umum yang akan digelar 17 April 2019 mendatang menjadi hajat besar bangsa Indonesia di tahun ini. Berbagai persiapan para calon legislatif dengan tim suksesnya berlomba-lomba untuk memikat masyarakat dalam mendukung dan memilihnya saat waktunya tiba di TPS Tempat Pemungutan Suara mendatang.

Setiap manusia ingin tampil terbaik dihadapan orang lain disekitarnya, meskipun banyak kekurangannya. Kuncinya adalah manusia tersebut harus memiliki daya tarik/magnet agar orang lain menyukai dirinya. Komunikasi manusia dapat dilihat dari cara ia berbicara, memberikan pendapat, menghormati orang lain serta menghargai orang lain.

Semua orang ingin banyak sahabat/teman yang baik, jikala suka dan duka. Mulai dari cara niat memperbaiki diri kita dalam memahami diri sendiri, dan memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain. Masalah utamanya adalah cara bagaimana ia memahami ilmu komunikasi yang ia miliki.

Hindari Janji lakukan komitmen.

Karena ingin memikat orang lain, maka penawaran yang diberikan kepada orang lain adalah dengan berjanji. Ketika kita berjanji dengan orang lain maka setelahnya kita wajib menunaikannya, tetapi apabila tidak dapat melakukannya dengan tepat maka kita termasuk orang munafik dan banyak orang lain akan tidak percaya dengan kepercayaan kita. Lakukanlah komitmen dalam upaya melakukan hal terbaik dalam setiap ucapan, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh orang lain.

Dipilih bukan sekedar mendapat dukungan, melainkan kita menjadi ikatan persaudaraan yang erat hingga akhir nanti. Maka lakukanlah minimal dengan ucapan terima kasih kepada yang memilih kita dengan cara apapun. Dengan bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada orang lain maka kita kaan menjadi manusia yang mulia dihadapan Allah SWT.

Sudah 2018, next 2019 Semoga Indonesia Lebih Baik

Sudah 2018, next 2019 Semoga Indonesia Lebih Baik

sangQolbu.com | Alhamdulillah Allah Maha Penyayang terhadapat seluruh hambaNYA, semua nikmat kita masih merasakannya di awal 2018. Politik di Indonesia semakin kencang menghadapi pilkada serentak dan mencari pemimpin baru untuk Indonesia. Sebagai rakyat, ingin kesejahteraan dan keadilah bagi seluruh rakyat Indonesia yang merata. Tentu, mulai dari diri sendiri dengan memperbaiki diri sebelum memperbaiki orang lain, membenahi diri sebelum membenahi orang lain. Bahagialah saat ini sebelum menyuruh orang berbahagia. Senyum adalah harapan pertama dihalaman pertama tahun 2018. Semoga Indonesia menjadi lebih baik, yang dimulai dari diri yang baik.

Allahualam

 

Malas berbicara sebab rusaknya otak

Malas berbicara sebab rusaknya otak

sangQolbu | Senangnya berbicara, karena kita manusia diberikan anugerah mulut dan fikiran maka gunakanlah semaksimal mungkin untuk hidup kita. Bersyukur kepada Allah Swt, bahwa saat ini saya setiap hari bertemu dengan peserta didik yang jumlahnya 1200 orang setiap senin hingga jumat. Menyapa dengan “salam”, “apa kabar”, dan lainnya. Sebagai pengajar di sekolah favorit di Jakarta, tentunya dijadikan ladang dalam berinteraksi dengan belajar mengajar. Disaat mengajar disitulah saya belajar. Setiap detik benih-benih ilmu terekam dalam data fikiran saya, setiap waktu telah menjadi bahan introspeksi untuk hidup yang lebih baik.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Orang yang malas bicara adalah orang yang sudah mulai merusak otaknya, maka yang terbaik untuk kita adalah perbanyaklah berbicara. Dengan banyak teman akhirnya kita bisa berbicara.

Disinilah saya betul-betul sangat percaya bahwa dengan mengajar adalah proses belajar yang paling dahsyat, jadi orang yang mengajar itu tidak sadar dia itu sedang belajar dengan cara yang paling dahsyat. jadi orang yang tidak mengajar sulit mencapai ketitik kedahsyatan dalam berfikir.

Berfikir membuat hidup sehat

Berfikir membuat hidup sehat

sangQolbu | Jam 03.00 teng… masih sunyi, tik tak tik tuk… suara jam yang istiqomah terus bergerak dari angka satu hingga angka 12. Seperti jantung kita yang terus bergerak meski tubuh kita tidak bergerak alias tidur. Ternyaman dalam menulis di dini hari membuat saya berfikir untuk berbuat sesuatu, alhasil beberapa buku dibuka untuk dibaca beberapa halaman. Setiap kalimat yang terbaca ternyata ada rasa yang membuat saya berfikir lebih dari yang biasanya. Beberapa guru yang telah saya tanyakan perihal bagaimana cara kita dapat menguasai ilmu, yakni sedikitkan tidur dan banyaklah membaca, yang terbaik sebelum shubuh.

Kita harus sadar bahwa kita manusia yang memiliki otak untuk berfikir

Kenapa manusia ingin maju atau berubah menjadi lebih baik? yakni karena ia mengawalinya dengan berfikir untuk merubah pola yang lain dari sebelumnya. Dan ternyata dengan daya berfikir manusia lebih bergairah dalam melakukan aktitifasnya. Tidur memang anugerah, tetapi bila sepanjang hidup kita lebih banyak tidurnya maka yang terjadi adalah hidup kita sangat tidak optimal dalam menggunakan daya berfikir.

Berfikir waras, sadar bahwa Allah Swt memberikan otak kepada manusia yang kita harus pahami bahwa kita adalah berbeda dengan binatang. Maka dengan daya berfikir maka manusia memiliki kesempurnaan sikap, perilaku, dan hidup menjadi lebih sehat.

Alhamdulillah, siapa lagi kalo bukan kita sendiri yang berfikir untuk kebaikan hidup kita.

Baju Lebaran inspiratif

Baju Lebaran inspiratif

sangQolbu | Tiba-tiba lebaran 1437 H ini muncul kisah inspiratif dari sang walikota Ridwan Kamil, beliau mengupload di facebook fanpage pada tanggal 6 juli 2016 saat 1 syawal 1437 H dan mengatakan “Baru ditahun ini, keluarga kami punya baju lebaran yang paling istimewa”

Banyak yang mengomentari salah satunya Ade Sutikno Mau dong kang baju lebaran istimewanya..bukan g mampu beli,tp alangkah bahagia dan bangganya bisa dapet baju istimewa dari calon RI 1…-).

Tanggapan positif ini dapat dijadikan doa dan harapan bagi semua, tentunya catatan sangQolbu lebih bergairah lagi disaat postingan sahabat-sahabat yang lain mengucapkan minal aidhin wal faizhin, ada juga yang mengupload foto-foto mudik, liburan dan lain-lain

Inspiratif yang dari kata inspirasi atau mengilhami membuat kita lebih banyak ide-ide yang baik untuk kita ikuti atau hanya kita kagumi saja.

Manfaatnya adalah bahwa meski kita berlebaran setiap orang memperingati hari raya bukan hari ria.

Semoga kisah inspirasi ini membuat kita lebih sederhana dalam menyikapi segala sesuatunya, mengikuti hawa nafsu membeli seragam yang banyak dan mahal tetapi tidak maksimal untuk kita gunakan dipakainya atau hanya ingin dilihat oleh orang lain secara berlebihan ternyata membuat kita banyak gelisahnya dibanding ketenangannya.

 

membeli baju lebaran di Tanah Abang

 

 

Besok lebih baik

Besok lebih baik

sangQolbu | Kini sebelum rutinitas tidur dimalam hari tentunya sempurnakan konsep “cepat tidur diawal dan cepat bangun diawal” bahkan awalnya belum terbiasa, lama-lama akan terbiasa. Please… siapa lagi jika bukan kita yang membuat hidup ini lebih bergairah.

“Siapa yang hari ini sama seperti hari kemarin maka dia orang merugi. Siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung. Maka siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat”.

Besok mau apa?, sekarang harus dipersiapkan. Metode persiapan yang matang yang sederhana saja dilakukan, seperti besok mau bekerja dikantor, seragam kerja apa sudah dicuci, disetrika, dirapihkan hingga seragamnya wangi dan rapih. lalu sepatu, kaos kaki, ikat pinggang, itulah hal yang paling detail yang kadang yang kecil-kecil bisa membuat masalah besar. Dan persiapan contoh lainnya yang harus dipersiapkan. Bantulah dengan sebuah catatan kecil meski amatir, karena yang besar adalah terbentuk dari yang kecil-kecil.

Tidak hanya persiapan yang terdapat luar tubuh kita, yang terpenting yakni evalusi sikap diri kita. Kemarin atau sampai sekarang apakah perilaku kita sudah lebih baik?. Hanya kita sendiri yang mengetahuinya, kemarin kurang senyum sekarang harus senyum, kemarin banyak marah sekarang harus banyak ketenangan.

Bukan sebab orang lain yang merubah diri kita, adalah pribadi kita sendiri yang akan merubah segalanya. Semoga kita lebih baik dari yang kemarin.

Dari Abdullah ibn Amr ibn al-Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya iman akan rusak dalam diri kalian laksana rusaknya baju, maka mohonlah kepada ALLAH untuk memperbarui iman dalam kalbu kalian.” (H.R. Al-Hakim)