Akal, apa artinya?

Akal, apa artinya?

Secara bahasa atau Lughowi, akal merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab,’aqala yang berarti mengikat atau menahan, namun kata akal sebagai kata benda (mashdar) dari ‘aqala tidak terdapat dari Al-Qur’an, akan tetapi kata akal sendiri terdapat dalam bentuk lain yaitu kata kerja (f’il mudhorik).

Hal itu terdapat dalam al-Qur.an sebanyak empat puluh sembilan, antara lain iyalah ta’qilun dalam surat al-Baqaroh ayat 49; ya’qilun sural al-Furqan ayat 44 dan surah yasin ayat 68; na’qilu surat al-Mulk ayat 10; ya’qiluha surat al-Ankabut ayat 43; dan aqiluha surt al-Baqrah ayat 75.disisi lain dalam al-Qur’an selain kata ‘aqala yang menunjukan arti berfikir adalah nazhara yang berarti melihat secara abstrack. Sebanyak 120 ayat; tafakara yang berarti berfikir terdapat pada 18 ayat; faqiha yang berarti memahami sebanyak 20 ayat; tadabara sebanyak 8 ayat dan tadzakara yang berarti mengingat sebanyak 100 ayat. Semua kata tersebut sejatinya masih berkaitan dengan pengertian dari kata akal tersebut.

Dalam kamus bahasa Arab kata ‘aqala berarti mengikat atau menahan. Maka tali pengikat serban, yang di pakai di Arab Saudi memiliki warna beragam  Hafizh Dazuki, Ensiklopedi Islam. (Jakarta: PT Ichtar Baru Van Hoeve, 1994), h.98. yakni hitam dan terkadang emas, disebut ‘iqala; dan menahan orang di dalam

penjara i’taqala dan tempat tahanan mu’taqal. Dalam komunikasi atau lisan orang Arab.

Dijelaskan bahwa kata al’aqal berati menahan dan al-‘aqil ialah orang yang menahan diri dan mengekang hawa nafsu. Banyak makna yang diartikan tentang ‘aqala . sejatinya asli kata ‘aqala ialah mengikat dan menahan dan orang ‘aqil di zaman Jahiliyah dikenal dengan hamiyah atau darah panas, maksudnya ialah orang yang dapat menahan amarahnya dan oleh karenanya dapat mengambil sikap dan tindakan yang berisi kebijaksanaan dalam mengatasi masalah.

Lain halnya bagi Izutzu. ‘aqal di zaman Jahiliyah diartikan kecerdasan praktis. Bahwa orang yang berakal mempunyai kecakapan untuk menyelesaikan masalah dan di setiap saat dihadapkan dengan masalah ia dapat melepaskan diri dari bahaya yang dihadapinya.

Dengan demikian makna dari ‘aqala ialah mengerti, memahami dan berfikir. Secara comon sense kata-kata mengerti, memahami dan berfikir, semua hal tersebut berpusat di kepala. Hal ini berbeda dari apa yang terdapat dalam al- Qur’an dalam surat al-Hajj, bahwa pemikiran, pemahaman dan pengertian bukan berpusat di kepala tetapi di dada. Bagi izutzu kata al-‘aqal masuk kedalaam wilayah flsafat Islam dan mengalami perubahan dalam arti. Dan dengan pengaruh masuknya filsafat Yunani Harun Nasution. Akal dan Wahyu dalam Islam (Jakarta: UI Press, 1986), h. 6.

Thosihiko Izutzu, God and Man in the Qur’an, (Tokio: Keio University, 1986), h. 65.

Lihat Harun Nasution, Akal dan Wahyu dalam Islam, h. 7.

kedalam pemikiran Islam, maka kata al-‘aqal mengandung arti yang sama dengan kata yunani, nous. Falsafat Yunani mengartikan nous sebagai daya berfikir yang terdapat dalam jiwa manusia.

Dalam perkembangan zaman moderen pengertian tersebut diyakini bahwa pemahaman dan pemikiran tidak lagi melalui al-qalb di dada tetapi melalui al-‘aql di kepala.

Adapun seacara istilah akal memiliki arti daya berfikir yang ada dalam diri manusia dan merupakan salah satu dari jiwa yang mengandung arti berpikir. Bagi Al-Ghazali akal memiliki beberapa pengertian; pertama, sebagai potensi yang membedakan dari binatang dan menjadikan manusia mampu menerima berbagai pengetahuan teoritis. Kedua, pengetahuan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengalaman yang dilaluinya dan akan memperhalus budinya. Ketiga, akal merupakan kekuatan instink yang menjadikan seseorang mengetahui dampak semua persoalan yang dihadapinya sehingga dapat mengendalikan hawa nafsunya.

Wallahu’alam

Memikat Pemilih

Memikat Pemilih

Ingin Dipilih

Pemilihan umum yang akan digelar 17 April 2019 mendatang menjadi hajat besar bangsa Indonesia di tahun ini. Berbagai persiapan para calon legislatif dengan tim suksesnya berlomba-lomba untuk memikat masyarakat dalam mendukung dan memilihnya saat waktunya tiba di TPS Tempat Pemungutan Suara mendatang.

Setiap manusia ingin tampil terbaik dihadapan orang lain disekitarnya, meskipun banyak kekurangannya. Kuncinya adalah manusia tersebut harus memiliki daya tarik/magnet agar orang lain menyukai dirinya. Komunikasi manusia dapat dilihat dari cara ia berbicara, memberikan pendapat, menghormati orang lain serta menghargai orang lain.

Semua orang ingin banyak sahabat/teman yang baik, jikala suka dan duka. Mulai dari cara niat memperbaiki diri kita dalam memahami diri sendiri, dan memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain. Masalah utamanya adalah cara bagaimana ia memahami ilmu komunikasi yang ia miliki.

Hindari Janji lakukan komitmen.

Karena ingin memikat orang lain, maka penawaran yang diberikan kepada orang lain adalah dengan berjanji. Ketika kita berjanji dengan orang lain maka setelahnya kita wajib menunaikannya, tetapi apabila tidak dapat melakukannya dengan tepat maka kita termasuk orang munafik dan banyak orang lain akan tidak percaya dengan kepercayaan kita. Lakukanlah komitmen dalam upaya melakukan hal terbaik dalam setiap ucapan, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh orang lain.

Dipilih bukan sekedar mendapat dukungan, melainkan kita menjadi ikatan persaudaraan yang erat hingga akhir nanti. Maka lakukanlah minimal dengan ucapan terima kasih kepada yang memilih kita dengan cara apapun. Dengan bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada orang lain maka kita kaan menjadi manusia yang mulia dihadapan Allah SWT.

Motif Wajib Jam Belajar Malam

Motif Wajib Jam Belajar Malam

sangQolbu.com Ibukota Jakarta sebagai kota metropolitan dengan beragam aktifitas warganya yang sangat sibuk membuat masyarakat khususnya remaja membutuhkan Pendidikan yang memadai sebagai generasi penerus bangsa. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons.

Kegiatan Wajib Jam Belajar atas intruksi pemerintah daerah DKI Jakarta dan melalui  arahan Wali Kota Jakarta Barat, H.Rustam Effendi ingin jam belajar masyarakat (JBM) diaktifkan disetiap permukiman di wilayahnya. Sehingga budaya belajar bagi anak-anak bisa kembali terbentuk.

” JBM dapat mengembalikan budaya belajar, mengaji dan menggali potensi anak yang tergerus oleh zaman. Ini juga sebagai tanggung jawab terhadap masa depan bangsa”

“JBM dapat mengembalikan budaya belajar, mengaji dan menggali potensi anak. Ini juga sebagai tanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” ujar Rustam.

Ahmad Nuryadi selaku pendidik mengungkapkan bahwa masih ada sebagian para remaja disekitar kelurahan kemanggisan setelah lepas waktu maghrib berkeliaran dijalan untuk bermain kadang hingga larut malam yang juga berpotensi tawuran diantara mereka. Dalam hal ini organisasi Citra Bhayangkara juga ikut berperan aktif dalam memantau perkembangan kegiatan para remaja tersebut.

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Ahmad Nuryadi kepada Tokoh masyarakat serta beberapa orang tua  disekitar kemanggisan melalui beberapa majelis talim dan group WhatsApp yakni mengirimkan pesan himbauan Kegiatan Jam Belajar Malam.

Dengan pendekatan dan komunikasi yang baik akan membuat para remaja memiliki kesadaran yang sangat optimal, mulai dari orang tua atau kita yang memulai untuk belajar maka anak akan melihat dan mengikutinya.

Children See, Children Learn”  ungkap Ahmad Nuryadi.

Asal nama tempat di Jakarta

Asal nama tempat di Jakarta


ASAL USUL NAMA TEMPAT / DAERAH DI JAKARTA

 

Jakarta merupakan Ibu Kota yang punya banyak cerita, legenda, dan masih banyak menyimpan rahasia.

Salah satu nya tentang sejarah nama daerah-daerah berikut ini :

1. Glodok

Asalnya dari kata grojok yang merupakan sebutan dari bunyi air yang jatuh dari pancuran air. Di tempat itu dahulu kala ada semacam waduk penampungan air kali Ciliwung. Orang Tionghoa dan keturunan Tionghoa menyebut grojok sebagai glodok karena orang Tionghoa sulit mengucap kata grojok seperti layaknya orang pribumi.

2. Kwitang

Dulu di wilayah tersebut sebagian tanah dikuasai dan dimiliki oleh tuan tanah yang sangat kaya raya sekali bernama Kwik Tang Kiam. Orang Betawi jaman dulu menyebut daerah itu sebagai kampung si kwitang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai Kwitang.

3. Senayan

Dulu daerah Senayan adalah milik seseorang yang bernama Wangsanaya yang berasal dari Bali. Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan Wangsanayan yang berarti tanah tempat tinggal atan tanah milik Wangsanayan. Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama Wangsanayan menjadi Senayan.

4. Menteng

Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu kala merupakan hutan yang banyak pohon buah-buahan. Karena banyak pohon buah menteng orang menyebut wilayah tersebut dengan nama kampung menteng. Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1912 sebagai lokasi perumahan pegawai pemerintah Hindia Belanda maka daerah itu disebut Menteng.

5. Karet Tengsin.

Nama daerah yang kini termasuk kawasan segitiga emas kuningan ini berasal dari nama orang Cina yang kaya raya dan baik hati. Orang itu bernama Tan Teng Sien. Karena baik hati dan selalu memberi bantuan kepada orang-orang sekitar kampung, maka Teng Sien cepat dikenal oleh masyarakat sekitar dan selalu menyebut daerah itu sebagai daerah Teng Sien. Karena pada waktu itu banyak pohon karet, maka daerah itu dikenal dengan nama Karet Tengsin.

6. Kebayoran

Kebayoran berasal dari kata kebayuran, yang artinya “tempat penimbunan kayu bayur”. Kayu bayur yang sangat baik untuk dijadikan kayu bangunan karena kekuatannya serta tahan terhadap rayap.

7. Lebak Bulus

Daerah yang terkenal dengan stadion dan terminalnya diambil dari kata “lebak” yang artinya lembah dan “bulus” yang berarti kura-kura. Jadi lebak bulus dapat disamakan dengan lembah kura-kura. Kawasan ini memang kontur tanahnya tidak rata seperti lembah dan di kali Grogol dan kali Pesanggrahan- dua kali yang mengalir di daerah tersebut-memang terdapat banyak sekali kura-kura alias bulus.

8. Kebagusan

Nama kebagusan, daerah yang menjadi tempat hunian mantan presiden Megawati, berasal dari nama seorang gadis jelita, Tubagus Letak Lenang. Konon, kecantikan gadis keturunan kesultanan Banten ini membuat banyak pemuda ingin meminangnya. Agar tidak mengecewakan hati pemuda itu, ia akhirnya memilih bunuh diri. Sampai sekarang makam itu masih ada dan dikenal dengan nama ibu Bagus.

9. Ragunan

Berasal dari Wiraguna, yaitu gelaran yang di sandang tuan tanah pertama kawasan tersebut bernama Hendrik Lucaasz Cardeel, yg diperolehnya dari Sultan Banten Abunasar Abdul Qahar, putra Sultan Ageng Tirtayasa.

10. Pasar Rumput

Dulu, tempat ini merupakan tempat berkumpulnya para pedagang pribumi yang menjual rumput. Para pedagang rumput terpaksa mangkal di lokasi ini karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke permukiman elit Menteng. Saat itu, sado adalah sarana transportasi bagi orang-orang kaya sehingga hampir sebagian besar penduduk Menteng memelihara kuda.

11. Paal Meriam

Asal usul nama daerah yang berada di perempatan Matraman dengan Jatinegara ini berasal dari suatu peristiwa sejarah yang terjadi sekitar tahun 1813. Pada waktu itu pasukan artileri meriam Inggris yang akan menyerang Batavia, mengambil daerah itu untuk meletakan meriam yang sudah siap ditembakan. Peristiwa tersebut sangat mengesankan bagi masyarakat sekitar dan menyebut nama daerah ini paal meriam (tempat meriam disiapkan).

12. Cawang

Dulu, ketika belanda berkuasa, ada seorang letnan Melayu yang mengabdi pada kompeni, bernama Ende Awang. Letnan ini bersama anak buahnya bermukim di kawasan yang tak jauh dari Jatinegara. Lama kelamaan sebutan Ence Awang berubah menjadi Cawang.

13. Pondok Gede

Sekitar Tahun1775, Lokasi ini merupakan lahan pertanian dan peternakan yang disebut dengan Onderneming. Di sana terdapat sebuah rumah yang sangat besar milik tuan tanah yang bernama Johannes Hoojiman. Karena merupakan satu-satunya bangunan besar yang ada di lokasi tersebut, bangunan itu sangat terkenal. Masyarakat pribumi pun menjulukinya “Pondok Gede”

14. Condet Batu Ampar dan Balekambang

Pada jaman dahulu ada sepasang suami istri, namanya Pangeran Geger dan Nyai Polong, memiliki beberapa orang anak. Salah satu anaknya, perempuan, di beri nama Siti Maemunah, terkenal sangat cantik. Pangeran Astawana, anak pangeran Tenggara atau Tonggara asal Makassar pun tertarik melamarnya. Siti Maemunah meminta dibangunkan sebuah rumah dan tempat peristirahatan diatas empang, dekat kali Ciliwung yang harus selesai dalam satu malam. Permintaan itu disanggupi dan menurut legenda, esok harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale di sebuah empang di pinggir kali Ciliwung. Untk menghubungkan rumah itu dengan kediaman keluarga pangeran Tenggara, dibuat jalan yang diampari (dilapisi) batu. Demikian menurut cerita, tempat yang dilalui jalan yang diampari batu itu selanjutnya disebut batu ampar, dan bale (balai) peristirahatan yang seolah-olah mengambang di atas air itu disebut Balekambang.

15. Buncit

Dulunya di jalan Buncit Raya sekarang ada pedagang kelontong China berperut gendut (Buncit) yang terkenal.

16. Bangka

Dulunya di sana banyak ditemukan mayat (bangke/bangkai) orang yang dibuang di kali Krukut.

17. Cilandak

Konon di sana pernah ditemukan seekor landak raksasa

18. Tegal Parang

Disana banyak di temukan alang-alang tinggi (tegalan) yang di potong dengan parang (golok).

19. Blok A/M/S

Dulunya sekitar situ tempat pembukaan perumahan baru yang ditandai dgn blok, mulai A-S. Sayang yang tersisa tinggal 3 blok doang.

20. Kampung Ambon.

Berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur, nama Kampung Ambon sudah ada sejak tahun 1619. Pada waktu itu JP Coen sebagai Gubernur Jenderal VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris. Untuk memperkuat angkatan perang VOC, Coen pergi ke Ambon lalu merekrut masyarakat Ambon untuk dijadikan tentara. Pasukan dari Ambon yang dibawa Coen itu kemudian diberikan pemukiman di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Sejak itulah pemukiman tersebut dinamakan Kampung Ambon.

lirik lagu Kun Anta HUMOOD ALKHUDHER

lirik lagu Kun Anta HUMOOD ALKHUDHER

Liujarihim, qoldat tu zohiru ma fihim
Pabadautu shakhson a-khar, kai atafa-khar,
Wa zonan tu ana, anni bizalika huztu ghina,
Fawajad tu anni kha-sir, fatilka mazohir,

La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala…. lalala…

Attaqabbalhum, anna-su lastu qalliduhum,
Illa bima yurdhi-ni, kai urdhi-ni,
Sa akunu ana, mithli tamaman hazana,
Fakona a’ti takfini, za-ka yaqi-ni,

La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x)
Kun anta tazdada jamala
Oh Wo Oh (6x)

Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, ma-li wama liridhohum,
Saakunu ana, man ardho ana, lan asa’ la liri dhohum,
Waakunu ana, ma ahwa ana, lan ardho ana biridhohum

La la,
La nahtajul ma-la,
Kai nazdada jama-la,
Jauharna huna,
Fi qalbi talala,
La la,
Nurdhin nasi bima-la,
Nardhohu la na ha-la,
Za-ka jamaluna,
Yasmu yataa’la
Oh Wo Oh (6x),
Kun anta tazdada jamala
Oh Wo Oh (6x)
Kun anta tazdada jamala

Berikut Terjemahan Lirik Lagunya :

Saat ingin bersaing dengan yang lain,
Aku ingin meniru perwatakan luar dan dalamnya
Jadi aku boleh menjadi seorang yang lain hanya untuk berbangga
Dan aku kira jika aku seperti itu aku akan dapat kelebihan
Tapi yang kuperolehi hanyalah kerugian di atas perwatakanku ini

Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada

Sungguh aku menerima mereka tetapi tidak pula aku meniru perwatakan mereka
Melainkan apa yang aku terima itu aku telah redha
Aku ingin menjadi seperti diri aku sendiri inilah aku
Hal ini kurasakan sudah cukup dan aku sangat pasti

Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Oh Wo Oh (6x),

Aku akan jadi mengikut kemampuan diriku
Aku tidak perlukan orang lain menerimaku
Aku akan jadi apa yang aku suka
Kenapa aku harus peduli tentang penerimaan mereka terhadapku?

Tidak tidak
Kita tidak memerlukan harta
Untuk menambahkan kecantikan,
Kecantikan dalaman (jauhari)
Ada di sini di dalam hati ia bersinar
Tidak tidak
Kita tak perlu memandang pandangan orang lain
Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita,
Itulah kecantikan kita,
Semakin bertambah hingga ke atas
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada
Oh Wo Oh (6x),
Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada

 

dan berikut untuk versi indonesia nya
Ingin diriku menjadi seperti mereka agar aku berharga
bisa berbangga
dlu kusangka ku kan dapatkan semuanya, kiranya aku salah
ternyata salah

Reeff:
bukan kau tak perlu harta untuk jadi sempurna permata indah hanya di dalam jiwa
bukan bukan karena harta ka kan jadi berharga hati yang mulia itu lah kuncinya
ooooooo..
jadilah diri sendiri
Kun anta Tazdad Jamala lallalaaaa..

kubahagia bukan karena jadi dirinya tapi apa adanya hanya adanya
kini ku jadi jadi diriku sendiri kurasa itu hati yaitu pasti

Reeff:
bukan kau tak perlu harta untuk jadi sempurna permata indah hanya di dalam jiwa
bukan bukan karena harta ka kan jadi berharga hati yang mulia itu lah kuncinya
ooooooo..
jadilah diri sendiri
ooo..

jadi diriku semampuku bukan jadi dirinya
jadi diriku inilah aku tidak karena dirinya
jadi diriku semampuku bukan jadi dirinyaaa aa
jadi diriku inilah aku tidak karena dirinya..aaa

reff :
bukan kau tak perlu harta untuk jadi sempurna permata indah hanya di dalam jiwa
bukan bukan karena harta ka kan jadi berharga hati yang mulia itu lah kuncinya
ooooooo..
jadilah diri sendiri
Kun anta Tazdad Jamala lallalaaaa

Bermain itu belajar

Bermain itu belajar

sangQolbu | Melihat masa kecil yang terbayang adalah masanya bermain, yang dimaksud dengan bermain adalah berbuat sesuatu untuk menyenangkan hati (dengan alat tertentu atau tidak). Dengan bermain disebabkan karena adanya sisa kekuatan di dalam dirinya yang sedang berkembang dan tumbuh. Produksi kekuatan dalam diri anak itu melebihi apa yang dibutuhkan lahir dan batin. Asyiknya anak-anak bermain kadang selaku orang tua sempat lalai mengawasi, bahkan cenderung lebih banyak melarang anak dengan teguran yang kurang simpatik dengan bahasa “JANGAN NAKAL NAK !”.

pada usia balita, terutama periode umur 2 sampai 5 atau 6 tahun adalah masa eksplorasi. Keingintahuan anak sangat besar dan lebih aktif dari sebelumnya.  Masa-masa ini penting membangun sikap kemandirian untuk mengekspresikan pikiran dan tindakan (autonomy) anak, serta membangun sikap penuh inisiatif dan kreatifnya. Semuanya ini adalah pondasi penting untuk memupuk rasa percaya diri anak.

Sayangnya, banyak orangtua yang tidak tahu bagaimana menghadapi perangai alami anak-anak usia tersebut. Keinginan untuk mencoba hal-hal yang baru, kelincahan anak yang luar biasa yang sering merepotkan orangtuanya, sering dianggap sebagai suatu kenakalan. Misalnya, seorang anak usia 3 tahun yang begitu gembira mendapatkan ilmu baru bahwa ketika gelas dilempar akan jatuh ke bawah dan pecah, tetapi orangtuanya justru memarahinya. Atau, seorang anak yang membongkar mainannya karena ingin tahu bagaimana bagian benda-benda bisa tersusun menjadi sebuah rangkaian mainan akan membuat orangtuanya marah.

Akibatnya, kata-kata “jangan”, “tidak boleh”, dan ancaman sering dilontarkan oleh para orangtua. Bahkan, banyak anak yang sudah mendapatkan makian dan pukulan. Cara yang salah dalam mendisiplinkan anak seperti ini akan membunuh rasa percaya diri anak karena anak akan takut mengembangkan dan mengekspresikan pikiran dan pendapatnya (shame/doubt). Rasa percaya diri anak akan tereduksi bila anak mengalami ketakutan besar untuk bertindak dan mengambil risiko (guilt), sehingga akan menjadi pribadi minder, apatis, bahkan agresif.

Pengalaman negatif yang dialami semasa kanak-kanak akan direkam otak dan terbawa sampai dewasa, karena 90% perkembangan otak terjadi pada usia di bawah 7 tahun. Jadi, apabila ingin anak mempunyai rasa percaya diri untuk dapat menjelajahi kehidupannya kelak ketika dewasa, berikan sebanyaknya pengalaman positif, yaitu dengan menggantikan kata-kata “jangan” atau “tidak boleh”, dengan kata-kata yang dapat membangun rasa percaya dirinya. Berikut ini beberapa alternatif untuk mengganti kata “jangan”:

  • Ubahlah kata-kata Anda. Anak akan memberikan respon yang lebih baik bila kita menggunakan kata-kata positif. Daripada berteriak, “Awas, jangan main bola di ruang tamu!”, kita dapat berkata, “Ayo main bola di halaman, karena kalau di dalam ruangan bisa kena kaca jendela, nanti bisa pecah.” Atau, “Tidak boleh mencoret-coret meja!”, kita dapat memberikan kertas, “Kalau menggambar bisa di atas kertas, karena meja bisa kotor dan sulit untuk membersihkannya.” Apabila anak dalam keadaan bahaya sehingga memerlukan reaksi cepat, kita dapat menggantikan kata-kata spontan “Stop, ada mobil!”, “Panas sekali” “Bahaya.”
  • Berikan pilihan. Pada periode ini anak ingin mengekspresikan keinginannya atau ingin memegang kendali. Misalnya, anak ingin memilih baju yang tidak tepat dengan situasi (memakai baju olahraga untuk pergi ke pesta), orangtua bisa memberikan tiga pilihan baju yang tepat, dan biarkan anak memilihnya.

    Apabila anak ingin makan permen sebelum waktu makan malam, orangtua bisa memberikan pilihan, “Mau permen cokelat setelah makan malam, atau permen rasa jeruk setelah makan malam?”

    Apabila anak sedang asyik bermain dan Anda ingin menyuruhnya mandi, berikan pilihan “Nak…mau mandi 5 menit atau 10 menit lagi?”

    Dengan cara ini anak merasa dihargai pendapatnya dan merasa mampu untuk mengambil keputusan dan memegang kendali, walaupun sebetulnya ia sedang mematuhi perintah orangtuanya.

  • Siapkan lingkungan agar terhindar dari kata-kata “jangan”. Orangtua yang mempunyai anak balita harus menyiapkan lingkungan yang aman bagi anak, sehingga kata-kata “jangan” tidak akan terlontar. Misalnya, pindahkan benda-benda yang berbahaya bagi anak dan berikan lingkungan yang membuat anak bebas bereksplorasi secara aman.
  • Jangan pedulikan hal-hal yang kecil. Biarkan anak bereksplorasi dan mencoba apa saja. Sejauh hal tersebut tak membahayakan dan dapat membuat anak gembira dan penuh semangat, sebaiknya jangan dilarang. Misalnya, mereka ingin bermain pasir atau tanah, jangan takut kotor, karena mereka bisa mandi dan ganti baju. Atau, biarkan anak ingin tidur dengan baju barunya untuk ke pesta, karena sedang gembira mendapatkan baju baru.
  • Ubahlah persepsi Anda terhadap kelakuan anak. Kelakuan mereka yang terkadang membuat orangtua kesal (misalnya melempar gelas, merusak mainan) sebagai tindakan kreatif karena sedang mencoba sesuatu. Anda bisa menerangkan pada mereka bahwa gelas yang pecah itu harganya mahal, kasihan Ayah yang bekerja keras untuk mencari uang. Atau, belilah mainan yang tak terlalu mahal, dan siapkan diri Anda bahwa mainan tersebut akan dibongkar oleh anak. Semakin besar anak, semakin mengerti ia untuk tidak merusak mainannya.
  • Berkata “jangan” secara tepat. Tentu saja kata “jangan” masih perlu dipakai apabila memang menyangkut perilaku anak yang serius. Apabila memang diperlukan katakan dengan tegas, tapi tak dengan bentakan. Misalnya, “Tidak boleh menarik ekor kucing, kasihan kucingnya kesakitan.” Berikan pujian apabila ia merespon larangan Anda, misalnya dengan senyum atau pelukan, “Bunda senang, ternyata kamu mau mendengarkan Bunda.”

Semoga kita lebih senang lagi melihat anak yang cerdas dengan kenyamanan bermain dengan didampingi oleh orang tuanya.