sangQolbu.com Ibukota Jakarta sebagai kota metropolitan dengan beragam aktifitas warganya yang sangat sibuk membuat masyarakat khususnya remaja membutuhkan Pendidikan yang memadai sebagai generasi penerus bangsa. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons.

Kegiatan Wajib Jam Belajar atas intruksi pemerintah daerah DKI Jakarta dan melalui  arahan Wali Kota Jakarta Barat, H.Rustam Effendi ingin jam belajar masyarakat (JBM) diaktifkan disetiap permukiman di wilayahnya. Sehingga budaya belajar bagi anak-anak bisa kembali terbentuk.

” JBM dapat mengembalikan budaya belajar, mengaji dan menggali potensi anak yang tergerus oleh zaman. Ini juga sebagai tanggung jawab terhadap masa depan bangsa”

“JBM dapat mengembalikan budaya belajar, mengaji dan menggali potensi anak. Ini juga sebagai tanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” ujar Rustam.

Ahmad Nuryadi selaku pendidik mengungkapkan bahwa masih ada sebagian para remaja disekitar kelurahan kemanggisan setelah lepas waktu maghrib berkeliaran dijalan untuk bermain kadang hingga larut malam yang juga berpotensi tawuran diantara mereka. Dalam hal ini organisasi Citra Bhayangkara juga ikut berperan aktif dalam memantau perkembangan kegiatan para remaja tersebut.

Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Ahmad Nuryadi kepada Tokoh masyarakat serta beberapa orang tua  disekitar kemanggisan melalui beberapa majelis talim dan group WhatsApp yakni mengirimkan pesan himbauan Kegiatan Jam Belajar Malam.

Dengan pendekatan dan komunikasi yang baik akan membuat para remaja memiliki kesadaran yang sangat optimal, mulai dari orang tua atau kita yang memulai untuk belajar maka anak akan melihat dan mengikutinya.

Children See, Children Learn”  ungkap Ahmad Nuryadi.

502 Total Views 4 Views today

Comments

comments